Jumat, 22 Maret 2013

Nice Morning



My Journey
Menaiki kereta api ekonomi jurusan Depok setiap hari membuat diriku banyak belajar dan bersyukur. Jum’at lalu tanggal 22 Maret 2013 pada saat kereta sedang berjalan turun 3 orang pemuda dan dari dalam kereta muncul teriakan maling……!!!!! Dari seorang wanita…hufft ternyata ada pencopet di gerbong itu…..Itulah sekelumit tentang cerita kereta dan penghuninya.
Dalam perjalananku ke kantor hampir semua kendaraan pernah kucoba mulai dari menggunakan motor kita dituntut sabar apalagi sesama pengendara lain serta rawan kecelakaan, aku sendiri paling takut jika  ada lubang  kalau sedang ngebut akibatnya bisa fatal banget. Kadang melewati banjir, naik trotoar dan sedikit melanggar lalu lintas.
Bis umum, kalo menggunakan ini biasanya  banyak pengamen, penjual, pengemis dll…..kadang kalo minta suka memaksa hi…..hi……hi…….tapi itulah kehidupan.
Bis Trans J,kalo menggunakan ini biasanya rame n desak2an. Pengalamanku sendiri kadang banyak laki-laki yang memanfaatkan situasi ini untuk nempel-nempel dan melakukan pelecehan sex…….begitulah.
Mobil pribadi, macet n buang-buang waktu meskipun ditemani music gen FM, prambors or jak FM dingin pake AC n nyaman.
Sekarang hari-hariku naik com line AC Poris-Duri dan Ekonomi Duri-Tebet hi….hi… tiketnya Cuma sampai manggarai tapi aku naiknya sampe Tebet.
Menaiki kereta api ekonomi membuatku banyak belajar tentang arti kehidupan. Bersyukur bahwa kehidupanku jauh lebih baik daripada biasanya. Like usually……setiap pagi kereta dipenuhi dengan wanita-wanita yang ingin berangkat kerja.
Hari ini tanggal 25 Maret 2013 seperti biasanya gerbong ekonomi dipenuhi peminta-minta, orang-orang berjualan, pengamen dll.
Sebelah kananku duduk seorang ibu2  berkebaya berjualan sapu, keranjang, tampah dan tempat nasi dan semua kerajinan dari anyaman  kurang tau mau dijual dimana  depok atau bogor? Kepalanya ditutupi tempat nasi dari anyaman saking banyaknya bawaannya.
Sebelah kiriku duduk seorang pengamen kurang tau mereka mau mengamen dimana mungkin di Depok kali….Pengamen ini ada sekeluarga ayah, ibu dan 2 orang anak. Melihat dua orang anaknya aku jadi teringat anakku fil n wil dirumah.
Bisa bayangkan kedua anaknya diajak ikut mengamen??panas n kotor. Si Ibu mengomel saja sedari tadi menyuruh anaknya supaya cepat2 tidur sambil membawa tape mengamennya…Si kecil digendong sang ayah dan diberi dot yang sudah berkali-kali jatuh ke lantai gerbong betapa tidak hygienisnya. Mereka berdua berprofesi sebagai pengamen dan membawa kedua anaknya ikut mengamen.
Mungkin karena lelah si Ibu itu terus mengomel dan marah-marah, si Bapak diam namun langsung memukul kepala anaknya ketika nakal. Berkali-kali kepala si anak dipukul sampai menangis.
Aku ingin membawakan susu anakku untuk membantu mereka……jika besok pagi aku membawakan susu apakah akan bertemu dengan pengamen ini lagi….entahlah…
Kasihan…….iya…..!!!
tapi itulah kehidupan….mereka cuma bisa mengamen untuk memenuhi kebutuhan mereka dikarenakan susahnya mendapatkan pekerjaan dan tidak adanya modal untuk berwira usaha.
Karena tekanan hidup membuat keluarga ini kurang harmonis dan kelelahan harus mencari makan untuk sehari..hari
Bersyukur……
Bersyukur…….kuucapkan syukur untuk kehidupanqu